Senin, 24 September 2012
mars ansamble music 9
pertama kulihat aku tertarik
dari situ terus ku jelajahi
dari situ ku dapatkan sebuah arti
kebersamaan...
musik adalah bagian hidup kami
sebuah kelompok yang takkan pernah mati
dari situ ku dapatkan sebuah arti
ansamble kami selalu abadi...
reff: ansamble sembilan
kembangkan sayapmu genggam dunia (2X)
ekskul favorit prestasi selangit
ansamble sembilan adalah yang terbaik...
dari situ terus ku jelajahi
dari situ ku dapatkan sebuah arti
kebersamaan...
musik adalah bagian hidup kami
sebuah kelompok yang takkan pernah mati
dari situ ku dapatkan sebuah arti
ansamble kami selalu abadi...
reff: ansamble sembilan
kembangkan sayapmu genggam dunia (2X)
ekskul favorit prestasi selangit
ansamble sembilan adalah yang terbaik...
Selasa, 14 Agustus 2012
FOX2NERS {}
Federation Of X2 Niners, itulah nama kepanjangan dari FOX2NERS nama kelas guaaa. Gua lupa tgl berapa nih grup dibentuk hehe. FOX2NERS ini berisikan 4 pembimbing akademik, 1 pembimbing konseling, 10 cowo kece dan 20 cewe kece B). Gua suka sama ini kelas karena semuanya kompak dan gokil haha, yaa walaupun ada yg nyebelin juga sih anaknya. Rencananya kelas gua ini pengen bikin jaket kalo gak kaos plus stikernya tapi masih pada gaalau nentuin desainnya x_x. Sedihnya 4 bulan lagi gua harus berpisah sama ini kelas soalnya sekolah kitorang kan make sistem sks jdi pas semester 2 udh ngambil jurusan otomatis kitorang pada terpisah semua huaaaaaaa ToT. Walaupun nti udh beda jurusan gua akan inget selalu kenangan yg udh gua jalanin bareng mereka mereka wkwkw. Pokoknya FOX2NERS always in our heaaaarrrttt <3 ({}).
Struktur Kelas X2 SMAN 9 Bandarlampung cekidooooott >>
#Pembimbing Akademik sekaligus pengajar X2
Struktur Kelas X2 SMAN 9 Bandarlampung cekidooooott >>
#Pembimbing Akademik sekaligus pengajar X2
- Mrs Dra. Sulistyowati (Ekonomi)
- Mrs Murni Sabdo L, S.pd (Kimia)
- Mrs Dra. Hj Laila Umar (MTK)
- Mrs Lusiana Amilus, S.pd (Fisika)
- Mr Azriel
- Mr Supeno, S.pd. M.pd (Penjasorkes)
- Mrs Dra.Bekti Suprantini (English)
- Mrs Dra.Yujras Rasidi (Sosiologi)
- Mrs Dra.Sasiti Nugraha N (Sejarah)
- Mr Nirwanto, S.pd (Biology)
- Mr Muhammad Arfan (Bahasa Indonesia)
- Mrs Dra.Rina Isnelly (Geografi)
#Struktur kelas X2
- Hiawata Adhya Pratama (Ketua Kelas)
- Hudson Yokarian (Wakil Ketua Kelas)
- Rika Dwi Kurniati (Sekretaris)
- Intan Rizky Linoveka (Wakil Sekretaris)
- Triantika Ciputri (Bendahara)
- Ni Putu Galih (Wakil Bendahara)
- Adelia Putri Ayunisa
- Al Azzurra Pasha
- Ammar Luthfi
- Arina Saidatunnafsiyah
- Ayu Ning Trias Pratiwi
- Desy Permatasari
- Dwi Probo Rakasiwi
- Hani Taqiyatin
- Hilman Afif
- Mar'atus Sholehah
- Melinda Putri Aryanti
- Natassha Safira Abigail Hartanto
- Nurul Luthfia Kartika
- Nurul Rahayu
- Piko Hamudin
- Putri Rachma Sholeha
- Rizky Fariz Harjito
- Rizky Destiana
- Saphira Aulia Rahma Iskandar
- Tiara Safitri
- Tizha Florian Kuswanto
Follow our official twitter account @FOX2NERS
Minggu, 15 Juli 2012
konsep dasar geofrafi
Konsep dasar geografi
10 Konsep dasar geografi
1. Konsep Lokasi, dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu, lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut, menunjukkan lokasi yang tetap berdasarkan garis lintang dan garis bujur (letak astronomis). Contoh: Indonesia terletak pada 6º LU - 11º LS dan 95º BT – 141º BT. Lokasi relatif adalah lokasi yang dipengaruhi oleh daerah sekitarnya, sehingga dapat berubah-ubah seiring dengan perubahan keadaan geografinya. Contohnya daerah Karawang yang dulunya areal pesawahan yang sepi, setelah adanya jalan tol Cikampek-Jakarta lokasi tersebut menjadi pusat perindustrian yang ramai.
2. Konsep Jarak, Jarak mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia baik dari segi sosial, ekonomi, dan yang lainnya. Jarak adalah panjang suatu lintasan dari dua lokasi. Contoh secara astronomis wilayah Indonesia berada pada 6º LU - 11º LS dan 95º BT – 141º BT. Berdasarkan kosep jarak maka panjang wilayah Indonesia dari utara selatan 555 km dan barat timur adalah 5.106 km. Untuk menghitungnya 11º – 6º = 5 X 111 = 555 141 – 95 = 46 X 111 = 5.106. angka 111 adalah rumus dimana 1º = 60 menit = 111 km.
3. Konsep Keterjangkauan berkaitan dengan kondisi permukaan bumi dan ketersediaan sarana prasarana transportasi atau komunikasi yang dapat dipakai. Contohnya, sulitnya menyalurkan bantuan kepada penduduk Yahokimo di Papua yang mengalami musibah kelaparan pada bulan Desember 2005 karena tempatnya terisolasi, yaitu berada di daerah pegunungan yang tinggi, melewati hutan dan rintangan medan yang berat serta terbatasnya alat transportasi dan komunikasi juga disertai cuaca buruk.
4. Konsep Pola Konsep pola dalam geografi mempelajari susunan, bentuk, dan persebaran fenomena geosfer, baik yang bersifat alami maupun yang bersifat sosial budaya. Hampir setiap fenomena atau gejala geografi memiliki sebaran pada wilayah tertentu. Contoh permukiman penduduk di sekitar jalur pantura berderet memanjang mengikuti jalan raya. Desa yang memiliki sumber air atau danau pemukiman penduduknya melingkar.
5. Konsep Morfologi, Morfologi berkaitan dengan bentuk permukaan bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen yang mengakibatkan terbentuknya berbagai bentuk permukaan bumi. Bentuk morfologi juga berpengaruh terhadap aktifitas penduduk. Contoh penduduk yang tinggal di daerah pegunungan yang subur sebagian besar bermatapencaharian berkebun dan kemajuan penduduknya lambat, sarana transportasi lebih banyak dilakukan dengan jalan kaki, permukiman penduduknya menggerombol . Diwilayah yang topografinya datar lebih maju karena sarana transportasi lebih memadai dan permukiman penduduk menyebar.
6. Konsep Aglomerasi, Aglomerasi merupakan kecenderungan persebaran gejala geografi yang bersifat mengelompok. Pengelompokan ini biasanya dipengaruhi oleh adanya keseragaman atau faktor-faktor umum yang menguntungkan. Contohnya di daerah perkotaan, biasanya penduduk akan mengelompok berdasarkan keseragaman, seperti adanya daerah pemukiman elit dan daerah pemukiman kumuh. Dilingkungan pedesaan juga terjadi aglomerasi seperti adanya desa Mandisari, Tegalsari, Karangsari yang satu sama lain saling berinteraksi.
7. Konsep Nilai Kegunaan, nilai kegunaan bersifat relatif artinya suatu objek geografi akan mempunyai kegunaan yang berbeda bagi setiap orang atau kelompok penduduk. Contoh penduduk yang tinggal di daerah pegunungan merasa sulit untuk membeli kebutuhan rumah tangganya, bagi orang kota wilayah pegunungan merupakan tempat wisata yang memiliki udara segar serta jauh dari kebisingan.
8. Konsep Interaksi Interdependensi, Pada dasarnya unsur-unsur alam saling berinteraksi dan berhubungan pada suatu ruang. Konsep ini juga memberi gambaran kepada kita bahwa tidak ada suatu wilayah di permukaan bumi yang terlepas dari wilayah lainnya. rutinitasnya, interaksi dan interdependensi merupakan peristiwa saling mempengaruhi antar berbagai fenomena geosfer. Contohnya, warga desa akan berinteraksi dengan unsur-unsur keruangannya di pedesaan, diantaranya dalam bentuk mengolah lahan pertanian atau beternak. Begitu juga warga kota akan berinteraksi dengan unsur-unsur keruangan kotanya, diantaranya dalam bentuk mengatur lokasi pabrik, lokasi perkantoran, jalan raya, dan lain-lain. Kemudian terjadi interaksi antara penduduk pedesaan dengan penduduk perkotaan dalam memenuhi masing-masing kebutuhannya. Bahan pangan yang dihasilkan oleh penduduk desa akan dibutuhkan oleh penduduk kota, begitu juga penduduk desa membutuhkan peralatan dan sarana transportasi yang disediakan dari kota untuk pengangkutan barang produk pertanian dari desa ke kota.
9. Konsep Diferensiasi Area, Setiap daerah memiliki perbedaan dengan wilayah lainnya baik kehidupan penduduknya maupun kondisi alamnya. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari kebiasaan dan budaya penduduknya, keadaan iklimnya, tanah, perairan, tumbuh-tumbuhan, dan alam lingkungan secara keseluruhan. artinya, diferensiasi area berhubungan dengan perbedaan corak antarwilayah di permukaan bumi, dengan corak tertentu yang dapat dibedakan dengan wilayah lain sebagai region. Dengan adanya diferensiasi area akan mendorong interaksi antartempat dalam bentuk mobilisasi penduduk dan pertukaran barang atau jasa.
10. Konsep Keterkaitan Keruangan, Ilmu geografi memandang permasalahan di permukaan bumi dalam konteks yang terintegrasi. Artinya, wilayah menjadi satu kesatuan utuh yang di dalamnya ada unsur manusia, alam, lingkungan, dan interaksi antara keduanya. Keterkaitan keruangan menunjukkan derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain di suatu tempat baik yang menyangkut fenomena alam atau sosial. Contohnya, sebagai orang yang hidup di wilayah Indonesia tentu saja harus memahami keadaan tanah airnya sendiri mulai dari budaya bangsanya atau keadaan alamnya yang subur makmur tetapi selalu terancam oleh letusan gunung api, gempa bumi, dan tsunami.
1. Konsep Lokasi, dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu, lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut, menunjukkan lokasi yang tetap berdasarkan garis lintang dan garis bujur (letak astronomis). Contoh: Indonesia terletak pada 6º LU - 11º LS dan 95º BT – 141º BT. Lokasi relatif adalah lokasi yang dipengaruhi oleh daerah sekitarnya, sehingga dapat berubah-ubah seiring dengan perubahan keadaan geografinya. Contohnya daerah Karawang yang dulunya areal pesawahan yang sepi, setelah adanya jalan tol Cikampek-Jakarta lokasi tersebut menjadi pusat perindustrian yang ramai.
2. Konsep Jarak, Jarak mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia baik dari segi sosial, ekonomi, dan yang lainnya. Jarak adalah panjang suatu lintasan dari dua lokasi. Contoh secara astronomis wilayah Indonesia berada pada 6º LU - 11º LS dan 95º BT – 141º BT. Berdasarkan kosep jarak maka panjang wilayah Indonesia dari utara selatan 555 km dan barat timur adalah 5.106 km. Untuk menghitungnya 11º – 6º = 5 X 111 = 555 141 – 95 = 46 X 111 = 5.106. angka 111 adalah rumus dimana 1º = 60 menit = 111 km.
3. Konsep Keterjangkauan berkaitan dengan kondisi permukaan bumi dan ketersediaan sarana prasarana transportasi atau komunikasi yang dapat dipakai. Contohnya, sulitnya menyalurkan bantuan kepada penduduk Yahokimo di Papua yang mengalami musibah kelaparan pada bulan Desember 2005 karena tempatnya terisolasi, yaitu berada di daerah pegunungan yang tinggi, melewati hutan dan rintangan medan yang berat serta terbatasnya alat transportasi dan komunikasi juga disertai cuaca buruk.
4. Konsep Pola Konsep pola dalam geografi mempelajari susunan, bentuk, dan persebaran fenomena geosfer, baik yang bersifat alami maupun yang bersifat sosial budaya. Hampir setiap fenomena atau gejala geografi memiliki sebaran pada wilayah tertentu. Contoh permukiman penduduk di sekitar jalur pantura berderet memanjang mengikuti jalan raya. Desa yang memiliki sumber air atau danau pemukiman penduduknya melingkar.
5. Konsep Morfologi, Morfologi berkaitan dengan bentuk permukaan bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen yang mengakibatkan terbentuknya berbagai bentuk permukaan bumi. Bentuk morfologi juga berpengaruh terhadap aktifitas penduduk. Contoh penduduk yang tinggal di daerah pegunungan yang subur sebagian besar bermatapencaharian berkebun dan kemajuan penduduknya lambat, sarana transportasi lebih banyak dilakukan dengan jalan kaki, permukiman penduduknya menggerombol . Diwilayah yang topografinya datar lebih maju karena sarana transportasi lebih memadai dan permukiman penduduk menyebar.
6. Konsep Aglomerasi, Aglomerasi merupakan kecenderungan persebaran gejala geografi yang bersifat mengelompok. Pengelompokan ini biasanya dipengaruhi oleh adanya keseragaman atau faktor-faktor umum yang menguntungkan. Contohnya di daerah perkotaan, biasanya penduduk akan mengelompok berdasarkan keseragaman, seperti adanya daerah pemukiman elit dan daerah pemukiman kumuh. Dilingkungan pedesaan juga terjadi aglomerasi seperti adanya desa Mandisari, Tegalsari, Karangsari yang satu sama lain saling berinteraksi.
7. Konsep Nilai Kegunaan, nilai kegunaan bersifat relatif artinya suatu objek geografi akan mempunyai kegunaan yang berbeda bagi setiap orang atau kelompok penduduk. Contoh penduduk yang tinggal di daerah pegunungan merasa sulit untuk membeli kebutuhan rumah tangganya, bagi orang kota wilayah pegunungan merupakan tempat wisata yang memiliki udara segar serta jauh dari kebisingan.
8. Konsep Interaksi Interdependensi, Pada dasarnya unsur-unsur alam saling berinteraksi dan berhubungan pada suatu ruang. Konsep ini juga memberi gambaran kepada kita bahwa tidak ada suatu wilayah di permukaan bumi yang terlepas dari wilayah lainnya. rutinitasnya, interaksi dan interdependensi merupakan peristiwa saling mempengaruhi antar berbagai fenomena geosfer. Contohnya, warga desa akan berinteraksi dengan unsur-unsur keruangannya di pedesaan, diantaranya dalam bentuk mengolah lahan pertanian atau beternak. Begitu juga warga kota akan berinteraksi dengan unsur-unsur keruangan kotanya, diantaranya dalam bentuk mengatur lokasi pabrik, lokasi perkantoran, jalan raya, dan lain-lain. Kemudian terjadi interaksi antara penduduk pedesaan dengan penduduk perkotaan dalam memenuhi masing-masing kebutuhannya. Bahan pangan yang dihasilkan oleh penduduk desa akan dibutuhkan oleh penduduk kota, begitu juga penduduk desa membutuhkan peralatan dan sarana transportasi yang disediakan dari kota untuk pengangkutan barang produk pertanian dari desa ke kota.
9. Konsep Diferensiasi Area, Setiap daerah memiliki perbedaan dengan wilayah lainnya baik kehidupan penduduknya maupun kondisi alamnya. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari kebiasaan dan budaya penduduknya, keadaan iklimnya, tanah, perairan, tumbuh-tumbuhan, dan alam lingkungan secara keseluruhan. artinya, diferensiasi area berhubungan dengan perbedaan corak antarwilayah di permukaan bumi, dengan corak tertentu yang dapat dibedakan dengan wilayah lain sebagai region. Dengan adanya diferensiasi area akan mendorong interaksi antartempat dalam bentuk mobilisasi penduduk dan pertukaran barang atau jasa.
10. Konsep Keterkaitan Keruangan, Ilmu geografi memandang permasalahan di permukaan bumi dalam konteks yang terintegrasi. Artinya, wilayah menjadi satu kesatuan utuh yang di dalamnya ada unsur manusia, alam, lingkungan, dan interaksi antara keduanya. Keterkaitan keruangan menunjukkan derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain di suatu tempat baik yang menyangkut fenomena alam atau sosial. Contohnya, sebagai orang yang hidup di wilayah Indonesia tentu saja harus memahami keadaan tanah airnya sendiri mulai dari budaya bangsanya atau keadaan alamnya yang subur makmur tetapi selalu terancam oleh letusan gunung api, gempa bumi, dan tsunami.
Rabu, 11 Juli 2012
Citizen of fantastic four :* {}
- afwin rofiqo meta
- ardelia clarissa
- bella kurniane hartono
- blodot adi luhung
- danael ade triendi
- dianti sevina salma elmasri
- elisa inten khoirunnisa
- galuh putri anjasmara
- hudson yokarian
- katrina harahap
- muhammad alfarizi
- muhammad ramadhan nico pratama
- nabila
- desi
- felianda thalia ramadhanty
- riska nurhafizhah
- rizky fariz harjito
- syarif
- trianti
- triantika ciputri (me)
- vinka amanda samor
- yonada triayu nalamba
ini sebetulnya belom lengkap soalnya ada yang lupa namanya hehe always miss you f4 {}
Langganan:
Postingan (Atom)












